WFH Diperpanjang Dua Bulan, Pemerintah Klaim Konsumsi Pertalite Turun Hampir 9 Persen
JAKARTA – Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan work from home (WFH) selama dua bulan ke depan setelah evaluasi pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama Pertalite.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penggunaan Pertalite pada April 2026 tercatat turun mendekati 9 persen sejak kebijakan WFH diterapkan.
Menurut Airlangga, hasil evaluasi tersebut menunjukkan kebijakan kerja fleksibel memberi dampak positif terhadap efisiensi energi nasional.
“Kita evaluasi terkait WFH dalam dua bulan dan terlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April mendekati 9 persen. Jadi hasilnya cukup baik, dan oleh karena itu tadi diputuskan untuk dilanjutkan,” ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Perpanjangan WFH, lanjutnya, juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga efisiensi konsumsi energi sekaligus mendukung paket stimulus ekonomi pada kuartal II 2026.
Selain faktor efisiensi BBM, pemerintah turut mempertimbangkan perkembangan situasi geopolitik global yang masih berlangsung. Kondisi internasional yang belum stabil dinilai tetap perlu diantisipasi karena berpotensi memengaruhi sektor energi dan perekonomian.
Sebelumnya, Airlangga menyebut konflik global yang belum berakhir menjadi salah satu dasar pemerintah melanjutkan kebijakan tersebut.
“Di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” katanya usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pelaksanaan WFH selanjutnya akan diatur melalui surat edaran baru dari kementerian dan lembaga terkait. Kementerian PANRB akan menerbitkan regulasi bagi aparatur sipil negara (ASN), sementara Badan Pengelola BUMN akan mengatur penerapan pada perusahaan pelat merah.
Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan akan mengeluarkan surat edaran berupa imbauan kepada sektor swasta untuk menerapkan pola kerja fleksibel.
Kebijakan WFH diketahui mulai berlaku sejak 1 April 2026 dan diterapkan setiap Jumat bagi ASN di sejumlah sektor, termasuk kesehatan dan keamanan.
Selain memperpanjang WFH, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi lain untuk menjaga daya beli masyarakat pada semester II 2026, seperti diskon tiket pesawat, insentif pajak bagi penulis, serta program magang nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi.



