Screenshot 2026-05-25 202714

Heboh Spanduk Haji Bergambar Tri Adhianto Ditertibkan di Mina, Pengurus Kloter Bekasi Buka Suara

KOTA BEKASI – Ramai di media sosial video penertiban spanduk jemaah haji Indonesia di kawasan Mina, Arab Saudi. Salah satu yang ikut jadi sorotan ialah spanduk bertuliskan “Kloter 19 JKS Gelombang 2” karena menampilkan foto Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Namun, pengurus Kloter 19 JKS Gelombang 2 memastikan spanduk tersebut bukan arahan, permintaan, ataupun bagian dari inisiatif Wali Kota Bekasi.

Ketua Jemaah Kloter 19 JKS Gelombang 2, Muhamad Ibnu, menjelaskan spanduk itu dibuat mandiri oleh pengurus rombongan sebagai penanda visual agar jemaah asal Bekasi lebih mudah menemukan titik kumpul di tengah padatnya kawasan Mina saat fase Armuzna.

“Hal itu untuk memudahkan jemaah Bekasi menemukan tenda. Adapun pemasangan foto Wali Kota sendiri yang kami cantumkan di spanduk semata-mata sebagai bentuk penghormatan kepada beliau,” ujar Ibnu.

Menurutnya, penggunaan penanda semacam itu dilakukan sebagai sistem navigasi sederhana untuk mengantisipasi jemaah terpisah dari rombongan saat mobilitas tinggi di kawasan Mina.

Ia menegaskan, keberadaan foto kepala daerah pada spanduk tidak berkaitan dengan fasilitas khusus maupun pengistimewaan tertentu.

“Tidak ada tenda khusus ataupun perlakuan berbeda. Semua digunakan normal oleh jemaah sesuai pembagian,” katanya.

Spanduk tersebut sebelumnya ikut diamankan saat inspeksi yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, bersama tim Kementerian Agama dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Penertiban dilakukan terhadap sejumlah spanduk yang dipasang di lokasi yang tidak sesuai peruntukan.

Usai video itu viral, sebagian warganet mengaitkan keberadaan foto Tri Adhianto dengan sosok Wali Kota Bekasi hingga memunculkan berbagai komentar dan spekulasi.

Menanggapi situasi tersebut, pengurus Kloter 19 JKS memberikan klarifikasi terbuka sekaligus memastikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi maupun Wali Kota Tri Adhianto tidak terlibat dalam pembuatan dan pemasangan spanduk.

Pengurus juga menyampaikan permohonan maaf kepada Wali Kota Bekasi dan masyarakat luas agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Kloter 19 JKS menegaskan fungsi spanduk tersebut semata sebagai titik kumpul jemaah di Mina, tanpa muatan politis ataupun kepentingan lain di luar kebutuhan teknis lapangan.