Stadion Patriot Candrabhaga, Dari Kebanggaan Kota Bekasi Menuju Panggung Utama PORPROV XV Jabar 2026
BEKASI NOW– Di jantung Kota Bekasi, berdiri sebuah stadion yang telah menjadi saksi perjalanan olahraga nasional selama lebih dari empat dekade. Stadion Patriot Candrabhaga bukan sekadar arena pertandingan sepak bola, melainkan simbol transformasi Kota Bekasi dari kota penyangga menjadi salah satu pusat olahraga terbesar di Indonesia.
Dibangun pada 1980 dan diresmikan pada 1982 dengan nama Stadion Bekasi, fasilitas ini awalnya hanya mampu menampung sekitar 5.000 hingga 10.000 penonton. Seiring berkembangnya Kota Bekasi, pemerintah daerah melakukan renovasi besar-besaran pada periode 2012 hingga 2014 dengan anggaran mencapai sekitar Rp450 miliar.
Hasilnya, lahirlah Stadion Patriot Candrabhaga berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 30.000 penonton, tribun modern, lintasan atletik, serta fasilitas pendukung yang lebih representatif.
Perjalanan stadion ini kemudian memasuki babak baru ketika dipercaya menjadi salah satu venue sepak bola Asian Games 2018. Ribuan pasang mata dari berbagai negara menyaksikan pertandingan di stadion yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut. Setelah itu, Patriot Candrabhaga kembali dipercaya menggelar berbagai ajang internasional, mulai dari Piala Asia U-19 2018, Piala AFF U-19 2022 hingga ASEAN U-23 Championship 2025.

Kini, stadion kebanggaan warga Bekasi itu bersiap mengemban tugas yang tak kalah penting. Stadion Patriot Candrabhaga diproyeksikan menjadi pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026, pesta olahraga terbesar di Tanah Pasundan yang akan melibatkan ribuan atlet dari 27 kabupaten dan kota.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Pengalaman sebagai tuan rumah berbagai ajang nasional dan internasional menjadi modal berharga bagi Kota Bekasi. Kawasan olahraga Patriot juga terus dipoles melalui pembangunan dan revitalisasi sejumlah venue pendukung, mulai dari arena basket, panjat tebing, hingga lintasan atletik.

Bagi Kota Bekasi, PORPROV XV bukan hanya soal perebutan medali. Ajang ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kapasitas kota dalam menggelar perhelatan olahraga berskala besar, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi, pariwisata, perhotelan, hingga pelaku UMKM.



