Pemerintah Bangun 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat, Target Tampung Lebih dari 90 Ribu Siswa
BEKASINOW – Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat guna meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini, sebanyak 93 gedung permanen Sekolah Rakyat tengah dibangun di berbagai daerah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).
Saifullah mengatakan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo agar fasilitas pendidikan yang memadai dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, dibangun gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Untuk tahap ini ada 93 unit,” ujar Saifullah.
Menurutnya, pembangunan tersebut berbeda dengan program Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini telah berjalan di 166 titik. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan berada di Karangasem, Bali, dengan progres pembangunan mencapai sekitar 80 persen.
Pemerintah juga telah menyiapkan tahap pengembangan berikutnya. Pada tahun depan, lebih dari 100 gedung permanen baru direncanakan mulai dibangun untuk memperbesar kapasitas layanan pendidikan Sekolah Rakyat.
Dengan penambahan tersebut, pemerintah menargetkan jumlah siswa yang dapat ditampung secara nasional mencapai lebih dari 90.000 orang.
Saifullah mencontohkan pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang, Madura, yang dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu berkapasitas 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama guru, perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga, serta fasilitas pendukung kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
Menurut Presiden, pembangunan nasional harus mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk melalui pemerataan akses pendidikan.
“Tujuan pembangunan bangsa ini adalah membuat seluruh rakyat Indonesia hidup layak dan hidup lebih baik,” ujar Prabowo.



