gedung-dprd-kota-bekasi

One Day English WFH Pemkot Bekasi Diapresiasi DPRD

KOTA BEKASI – Kebijakan One Day English dalam Rapat WFH Jumat yang mulai diterapkan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menilai program tersebut sebagai langkah inovatif untuk mendorong peningkatan kemampuan komunikasi para ASN, sekaligus mendukung visi Kota Bekasi sebagai kota internasional.

Menurut Wildan, penggunaan bahasa Inggris di kalangan ASN dapat menjadi pintu awal untuk meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai berpotensi memberi kesan positif bagi iklim investasi di Kota Bekasi, termasuk menarik minat investor asing.

“Kalau menurut saya, ini satu inovasi dalam pola komunikasi di lingkungan ASN. Ada sisi momentum untuk mendorong hal tersebut,” kata Wildan saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi program tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar kebijakan itu benar-benar berjalan efektif.

Wildan menegaskan, setiap ASN tentu memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam berbahasa Inggris. Karena itu, diperlukan pendekatan yang terukur agar program tidak menimbulkan kendala teknis di lapangan.

“Dalam pelaksanaannya tentu ada tantangan teknis dan kompetensi. Tidak semua ASN punya kemampuan yang sama,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar program ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tanpa hasil nyata. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dijalankan secara serius agar memberi dampak positif bagi peningkatan kapasitas ASN.

“Jangan sampai ini hanya gimmick. Harus betul-betul serius dalam implementasinya,” tegas politisi PKB itu.

Lebih lanjut, Wildan mendorong agar konsep One Day English tidak hanya diterapkan di lingkungan ASN, tetapi juga dapat diperluas ke sektor pendidikan. Menurut dia, penerapan di sekolah akan menjadi langkah strategis untuk membentuk kebiasaan berbahasa Inggris sejak dini.