2026040718005416835_1775552454

Bekasi Upgrade Level: Dari Olahraga, Sekarang Gas ke Smart City Bareng Seongnam

Dari Pertukaran Olahraga menuju Kerja Sama yang Lebih Luas. Memperluas Kolaborasi di Bidang Revolusi Industri 4.0, Kesehatan, dan Smart City.

SEONGNAMKota Bekasi makin serius main di level global. Terbaru, Bekasi resmi teken kerja sama Friendship City dengan Seongnam pada 7 April 2026. Kalau sebelumnya hubungan dua kota ini cuma di olahraga, sekarang scope-nya naik kelas, masuk ke industri, kesehatan, transportasi pintar, sampai smart city.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan Wali Kota Seongnam Shin Sang-jin di Balai Kota Seongnam. Turut hadir Kadispora Bekasi Arwani dan perwakilan KBRI di Korea Selatan, Rina F. Wahyuningsih.

Fun fact, hubungan Kota Bekasi dan Seongnam ini bukan baru kemarin. Awalnya mereka sudah connect duluan lewat kerja sama olahraga. Dari situ, kolaborasinya pelan-pelan naik level ke sektor yang lebih serius.

Kota Bekasi sendiri bukan kota kecil. Dengan populasi sekitar 2,6 juta jiwa, kota ini jadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Sektor manufaktur, otomotif, dan elektronik di sini jalan terus dan punya peran besar di ekonomi nasional.

Di sisi lain, Seongnam sudah lebih dulu dikenal sebagai kota berbasis teknologi. Infrastruktur digitalnya rapi, sistemnya terintegrasi, dan banyak hal sudah dijalankan berbasis data. Jadi kalau disatukan, Kota Bekasi bawa “tenaga”, Seongnam bawa “sistem”.

Wali Kota Seongnam, Shin Sang-jin, dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, berfoto bersama para pejabat dari kedua kota usai penandatanganan perjanjian kota persahabatan (Foto: Pemerintah Kota Seongnam).

Menurut Tri Adhianto, kerja sama ini jadi langkah konkret buat percepatan transformasi kota, terutama di digitalisasi layanan publik, kesehatan, dan transportasi yang lebih efisien. Sementara Shin Sang-jin menegaskan ini bukan sekadar seremoni, tapi kolaborasi jangka panjang yang juga bakal melibatkan industri, riset, dan masyarakat.

Sejak 6 April, delegasi Kota Bekasi juga sudah keliling lihat langsung sistem di Seongnam, mulai dari pusat pelatihan alat kesehatan, riset biomedis di Rumah Sakit Bundang, sampai pusat kendali smart city.

Buat generasi muda produktif, ini bukan cuma berita pemerintah doang. Dampaknya bisa ke mana-mana, dari peluang belajar, koneksi global, sampai potensi kerja di sektor teknologi dan kreatif. Bekasi lagi geser arah, dari kota industri ke kota yang mulai serius masuk ekosistem teknologi.