20251103202416-2025-11-03post202413

Alasan Logis Wali Kota Bekasi Pilih WFH Hari Rabu

Keputusan Pemerintah Kota Bekasi menerapkan work from home atau WFH setiap hari Rabu sempat menjadi perbincangan, terutama karena Kementerian Dalam Negeri menghimbau pelaksanaan WFH pada hari Senin. Namun, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memiliki pertimbangan berbeda yang justru dinilai lebih logis realistis dari sisi pola kerja dan perilaku masyarakat di kota yang dipimpinnya.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat dikonfirmasi BekasiNow pada hari ini (3 April 2026) menjelaskan bahwa pemilihan hari Rabu melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, jika WFH dilakukan pada hari Senin, ritme kerja di awal pekan bisa terganggu karena biasanya banyak agenda penting, seperti rapat koordinasi, apel, dan penyusunan program kerja mingguan. Jika awal pekan sudah WFH, justru dikhawatirkan koordinasi menjadi tidak maksimal.

Sebaliknya, hari Rabu dipilih karena berada di tengah pekan. Setelah aktivitas padat pada Senin dan Selasa, WFH di hari Rabu bisa menjadi jeda untuk mengurangi kelelahan akibat mobilitas dan kemacetan, sekaligus memberi waktu kerja yang lebih fleksibel namun tetap produktif. Setelah itu, Kamis dan Jumat pegawai bisa kembali bekerja di kantor dengan energi yang lebih stabil.

Selain itu, pemilihan hari Rabu juga dianggap lebih efektif dalam menekan konsumsi BBM dan mengurangi kemacetan. Jika WFH dilakukan pada hari Jumat, ada kecenderungan muncul persepsi long weekend, sehingga mobilitas justru bergeser ke tempat lain seperti luar kota atau pusat perbelanjaan. Sementara pada hari Rabu, mobilitas masyarakat secara umum memang bukan hari dengan pergerakan tinggi, sehingga pengurangan lalu lintas lebih terasa.

Dengan pertimbangan tersebut, kebijakan WFH hari Rabu bukan sekadar berbeda dari pusat, tetapi merupakan strategi pengaturan ritme kerja yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, sekaligus tetap mendukung tujuan efisiensi energi nasional.