Susur Kali Kota Bekasi Jadi Langkah Awal Pemetaan Ikan Sapu-Sapu

KOTA BEKASI- Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan susur sungai untuk memastikan keberadaan serta jumlah ikan sapu-sapu di sejumlah titik aliran Kali Bekasi. Langkah ini menjadi fase awal sebelum pemerintah menentukan kebijakan lanjutan terkait penanganan spesies invasif tersebut.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa kegiatan susur sungai difokuskan pada pengumpulan data lapangan. Menurutnya, pendekatan berbasis data diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat reaktif.
“Rencana akan ada susur sungai. Nanti kami lihat seberapa besar dan banyak ikan sapu-sapu yang ada di Kali Bekasi,” ujar Tri saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini Pemkot Bekasi belum mengarah pada langkah pembasmian massal seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah daerah masih memprioritaskan pendataan serta koordinasi lintas dinas, khususnya dengan Dinas Lingkungan Hidup.
“Untuk jumlahnya belum bisa kami pastikan. Masih koordinasi dengan dinas lingkungan hidup,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa kegiatan susur sungai dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026). Dalam pelaksanaannya, tim akan melibatkan personel lapangan, termasuk pasukan katak.
“Kegiatan susur sungainya besok pagi. Kami akan mengerahkan pasukan katak. Dan pembersihannya dilakukan rutin secara berkala,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada identifikasi populasi ikan sapu-sapu, tetapi juga mencakup penebaran bibit ikan, pembersihan aliran sungai, serta penanaman pohon di bantaran sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/4/2026). Operasi itu menghasilkan lebih dari satu ton tangkapan, sebagai upaya menekan populasi spesies invasif di perairan ibu kota.



