ChatGPT Image Mar 15, 2026, 07_41_05 AM

Bekasi Menata Langkah Menuju Kota Cerdas

Kota Bekasi terus berupaya memperkuat transformasinya menuju konsep kota cerdas atau smart city. Pemanfaatan teknologi digital mulai menjadi bagian penting dalam pengelolaan kota, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan transparan.

Istilah smart city sendiri kerap terdengar populer dalam beberapa tahun terakhir. Namun secara sederhana, konsep ini merujuk pada pemanfaatan teknologi informasi dan data untuk membantu pemerintah mengelola kota secara lebih efisien, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat.

Di tingkat global, gagasan tentang kota cerdas mulai berkembang sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Sejumlah kota besar dunia seperti Barcelona di Spanyol dan Singapura kemudian dikenal sebagai contoh penerapan konsep ini melalui pemanfaatan sistem data kota, sensor digital, serta layanan publik berbasis teknologi.

Di Indonesia, konsep tersebut mulai didorong secara lebih luas pada pertengahan 2010-an. Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan program Gerakan 100 Smart City untuk mendorong pemerintah daerah menyusun rencana pembangunan kota berbasis teknologi digital.

Kota Bekasi termasuk daerah yang ikut dalam program tersebut. Pengembangan konsep smart city di kota ini mulai dirumuskan secara serius sekitar tahun 2016 pada masa kepemimpinan Wali Kota Rahmat Effendi. Pemerintah Kota Bekasi saat itu mulai menyusun masterplan pembangunan smart city sebagai panduan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pemerintahan dan pelayanan publik.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pembangunan Command Center sebagai pusat kendali kota. Fasilitas ini berfungsi untuk memantau berbagai aktivitas kota sekaligus mengintegrasikan data dari sejumlah perangkat daerah sehingga pemerintah dapat merespons berbagai persoalan secara lebih cepat.

Dalam implementasinya, pembangunan smart city di Bekasi mengacu pada enam pilar utama, yaitu smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. Keenam pilar tersebut menjadi kerangka strategis dalam mendorong pembangunan kota yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada sektor pelayanan publik, berbagai layanan administrasi mulai diarahkan ke sistem digital agar masyarakat dapat mengakses layanan pemerintahan secara lebih cepat dan praktis. Pemerintah kota juga mengembangkan berbagai aplikasi layanan publik yang terintegrasi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Selain penguatan layanan digital, pembangunan infrastruktur teknologi juga menjadi perhatian. Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan penataan jaringan utilitas melalui pembangunan ducting kabel bawah tanah yang bertujuan memperkuat jaringan telekomunikasi sekaligus menata estetika kota.

Memasuki masa kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto, pengembangan smart city di Bekasi diarahkan pada penguatan implementasi dan integrasi layanan digital yang telah dibangun sebelumnya. Digitalisasi pelayanan diperluas ke berbagai sektor, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga perizinan.

Keberadaan Command Center tetap dimanfaatkan sebagai pusat pemantauan aktivitas kota sekaligus sebagai sumber data dalam mendukung pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

Selain itu, konsep pelayanan publik terintegrasi juga diperkuat melalui kehadiran Mall Pelayanan Publik yang menghadirkan berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administratif secara lebih efisien.

Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan kota melalui berbagai program berbasis lingkungan dan komunitas. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dimensi smart society dalam konsep kota cerdas.

Transformasi menuju kota cerdas tentu bukan proses yang berlangsung dalam waktu singkat. Namun melalui berbagai langkah yang dilakukan secara bertahap, Kota Bekasi menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota modern di kawasan metropolitan Jakarta.