Pemkot Bekasi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Strategi Pengurusan Izin BPOM

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat upaya peningkatan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan kapasitas usaha serta pemenuhan aspek legalitas produk.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Kewirausahaan bertema “Strategi Efektif dan Efisien Pengurusan Izin BPOM untuk UMKM” yang berlangsung di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kota Bekasi, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM agar mampu tumbuh dan bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Menurut Abdul Harris, legalitas produk melalui izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM. Selain menjadi bukti pemenuhan standar keamanan dan mutu, izin BPOM juga dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran.

“Legalitas produk bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Pemerintah Kota Bekasi akan terus hadir memberikan pendampingan agar pelaku UMKM semakin maju dan berdaya saing,” ujar Abdul Harris.

Pelatihan tersebut memberikan pembekalan kepada para pelaku UMKM mengenai tahapan pengurusan izin BPOM, mulai dari pemenuhan persyaratan administrasi hingga aspek teknis yang harus dipenuhi agar produk memiliki standar keamanan sesuai ketentuan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pembina I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan RI Sumarni Yassirli, Pembina UMKM Perkit Lin Afriansyah Noor, Ketua DWP Kementerian Ketenagakerjaan RI Siti Munfarida, Ketua Forum Wirausaha Mandiri Aisyah, Direktur PT Pesona Optima Jasa sekaligus Presiden IMA Chapter Bekasi Ferry Haryawan, Kepala BPKK Kota Bekasi Dini Antari Widianingsih, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Dzikron, serta para pelaku UMKM.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bekasi berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki izin resmi, dan siap memasuki pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga pelatihan, komunitas kewirausahaan, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan, produk UMKM Kota Bekasi diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar nasional hingga internasional.