Kota Bekasi Peringkat Keenam Daerah Terinovatif Nasional, Teratas di Jabar

KOTA BEKASI – Kota Bekasi berhasil menempati peringkat keenam dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025 setelah memperoleh skor 94,43. Posisi tersebut sekaligus menjadikan Kota Bekasi sebagai daerah asal Jawa Barat dengan peringkat tertinggi dalam jajaran 10 wilayah terinovatif di Indonesia.

Kabupaten Balangan menduduki peringkat pertama dengan skor 96,8. Posisi selanjutnya ditempati Kota Mojokerto dengan skor 95,43, Kabupaten Lamongan 95,23, Kota Surabaya 94,98, dan Kabupaten Banyuwangi 94,84.

Selain Kota Bekasi, satu daerah lain dari Jawa Barat yang masuk 10 besar adalah Kabupaten Bogor. Kabupaten tersebut berada di posisi ketujuh dengan skor 94,40, terpaut 0,03 poin dari Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan, hasil tersebut menjadi penanda positif bagi berbagai inovasi yang telah dikembangkan pemerintah daerah. Capaian nasional itu juga diharapkan memacu seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas program dan pelayanan kepada masyarakat.

“Masuknya Kota Bekasi dalam 10 besar wilayah terinovatif menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Ini menunjukkan bahwa berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah terus bergerak ke arah yang positif dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Tri.

Tri menjelaskan, inovasi pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi. Kemampuan menghadirkan prosedur yang lebih sederhana, pelayanan yang efektif, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pencapaian peringkat keenam bukan alasan bagi jajaran Pemerintah Kota Bekasi untuk berpuas diri. Perangkat daerah akan terus didorong agar berani mengembangkan gagasan baru dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan setiap inovasi tidak sekadar menjadi bagian dari penilaian administratif, tetapi mampu memberikan manfaat langsung. Konsistensi tersebut diperlukan untuk mempertahankan prestasi sekaligus memperkuat pelayanan publik yang adaptif dan responsif.