Sekolah Lansia Bekasi Tembus 3.436 Peserta, Tri Adhianto: Lansia Harus Tetap Aktif dan Bahagia
KOTA BEKASI – Semangat ribuan lansia memenuhi GOR Bang Yan, Stadion Patriot Candrabhaga, saat Pemerintah Kota Bekasi menggelar Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026, Rabu (8/7/2026). Mengusung tema “Lansia Berdaya, Berkarya, dan Bahagia”, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tetap produktif.
Acara dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Dr. H. Wihaji, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua TP PKK Kota Bekasi, jajaran camat dan lurah, serta ribuan peserta Sekolah Lansia dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Beragam penampilan memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari angklung, line dance, fashion show, hingga pengumuman pemenang berbagai perlombaan. Suasana penuh semangat menunjukkan bahwa para lansia tetap mampu berkarya dan tampil percaya diri.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, program Sekolah Lansia mulai dirintis saat dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi pada 2022. Awalnya pemerintah menargetkan sekitar 3.000 peserta, namun kini jumlah anggotanya telah mencapai sekitar 3.436 orang dan masih terus bertambah.
“Ketika kami memulai program ini pada tahun 2022, targetnya sekitar tiga ribu peserta. Alhamdulillah, saat ini jumlahnya sudah melampaui target dan terus bertambah. Ini membuktikan bahwa para lansia membutuhkan ruang untuk tetap berkegiatan, bersosialisasi, dan merasakan kebahagiaan di masa tuanya,” ujar Tri.
Menurutnya, Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang bagi para orang tua untuk belajar, berinteraksi, menjaga kesehatan mental, sekaligus mengurangi rasa kesepian yang kerap dialami pada usia lanjut.
Tri menegaskan, pembangunan sebuah daerah tidak hanya dinilai dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya. Karena itu, Pemkot Bekasi akan terus memperkuat berbagai program yang mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya. Kami ingin para lansia di Kota Bekasi tetap sehat, aktif, produktif, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Dr. H. Wihaji mengapresiasi inovasi Pemerintah Kota Bekasi melalui Sekolah Lansia. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh bagaimana pemerintah menghadirkan ruang bagi lansia untuk terus belajar, berkarya, dan berpartisipasi di tengah masyarakat.
“Program Sekolah Lansia di Kota Bekasi merupakan contoh yang sangat baik. Lansia tidak hanya diberikan pelayanan, tetapi juga ruang untuk berkarya, belajar, dan tetap aktif di tengah masyarakat,” ujar Wihaji.
Keberhasilan program ini juga tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka harapan hidup masyarakat Kota Bekasi mencapai 76,61 tahun, salah satu yang tertinggi di Jawa Barat.
Melalui Kriyaan Lansia 2026, Pemkot Bekasi kembali menegaskan komitmennya membangun kota yang ramah bagi semua usia. Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana: menjadi lansia bukan berarti berhenti berkarya, melainkan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkontribusi, dan menikmati masa tua dengan bahagia.



