Mulai Januari 2027, Wali Kota Bekasi Siap Turun dan Ngantor Langsung di RW
KOTA BEKASI – Mulai Januari 2027, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berencana tidak hanya menjalankan aktivitas pemerintahan dari kantor wali kota. Ia akan berkantor langsung di sejumlah RW untuk melihat kondisi lingkungan dan mendengar kebutuhan masyarakat.
Rencana tersebut menjadi bagian dari pendekatan pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan warga.
Tri menyampaikannya saat menghadiri Forum Dialog Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan Indonesia di RW 24, Kemang Pratama, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu.
Menurut Tri, turun langsung ke lingkungan diperlukan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan administratif dalam menentukan program pembangunan.
“Kita ingin melihat, mendengar dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai pemerintah membuat program, tetapi ternyata tidak menjawab persoalan yang dihadapi warga,” katanya.
Ia menilai setiap RW memiliki karakter dan persoalan berbeda. Beberapa lingkungan mungkin membutuhkan perbaikan jalan atau saluran air, sementara wilayah lainnya memerlukan dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat dan aktivitas ekonomi warga.
Rencana berkantor di RW juga berkaitan dengan penguatan program Lingkar Keren atau Lingkungan Masyarakat Kota Bekasi Keren.
Melalui program tersebut, setiap RW memperoleh alokasi dana sebesar Rp100 juta yang dapat diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga.
Tri menekankan bahwa penggunaan anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan prioritas masyarakat. Karena itu, pengurus RW diminta memahami persoalan yang dihadapi warga secara konkret.
“Ketua RW harus tahu apa yang sedang dihadapi warganya,” ujarnya.
Tri mengatakan, pembangunan lingkungan tidak cukup hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan warga tetap dibutuhkan, terutama melalui kegiatan gotong royong dan kepedulian terhadap fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, kerja bersama antara pemerintah, pengurus lingkungan, dan masyarakat juga menjadi wujud penerapan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Bekasi ingin memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan dapat dirasakan hingga tingkat lingkungan.



