Klarifikasi Gapura Sri Baduga, Tim Penilai Cek Langsung Program Kelurahan di Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Tim penilai Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 mulai melakukan verifikasi lapangan terhadap program dan inovasi yang dijalankan di tingkat kelurahan.

Tahapan ini menjadi lanjutan dari proses pemaparan yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui kunjungan langsung, tim memastikan kesesuaian antara data, program, dan capaian yang disampaikan dengan kondisi faktual di wilayah.

Sebanyak 12 kelurahan dari 12 kecamatan dijadwalkan mengikuti tahapan klarifikasi lapangan selama enam hari. Kunjungan pertama dilakukan ke Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, unsur Dinas Tata Pemerintahan, perangkat daerah terkait, dan tim penilai meninjau berbagai kegiatan masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman obat keluarga dan hidroponik. Tim juga melihat koperasi yang menampung dan memasarkan berbagai produk warga.

Di RW 09, Kelompok Wanita Tani mengembangkan tanaman obat dan sayuran. Warga juga memperlihatkan produk kerajinan dari bahan daur ulang, seperti tempat tisu, vas bunga, serta bunga dekoratif dari dakron dan kain perca.

Kunjungan dilanjutkan ke Rumah Dilan, fasilitas pendidikan anak usia dini, usaha bibit ikan lele, serta rumah sehat.

Menurut Wiwiek, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya karena adanya penilaian. Program yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan,” katanya.

Tim kemudian bergerak ke Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu. Di wilayah tersebut, penilaian mencakup kerajinan rajut, usaha bakmi Jawa berbahan singkong, tanaman obat keluarga, KWT, hingga Posyandu.

Di RW 021, warga memanfaatkan ruang di sekitar persimpangan jalan sebagai area budidaya. Sekitar 43 jenis tanaman dibudidayakan, antara lain cabai, tomat, labu, ubi, alpukat, mangga, jeruk, dan durian.

Hasil budidaya tersebut turut dikembangkan menjadi berbagai produk pangan, termasuk cincau, rujak kangkung, puding labu kuning, dan kue lumpur.

Penilaian Gapura Sri Baduga diharapkan sekaligus menjadi sarana memetakan potensi wilayah yang dapat dikembangkan lebih lanjut.