Hari Pertama Sekolah, Tri Adhianto Pastikan MPLS di SMPN 12 Bekasi Bebas Bullying

KOTA BEKASI – Suasana hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 12 Kota Bekasi berlangsung hangat. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Senin (13/7/2026), untuk memastikan para siswa baru mendapatkan pengalaman pertama yang menyenangkan di sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Tri didampingi Camat Bekasi Selatan, Lurah Pekayon Jaya, kepala sekolah, serta para guru. Kehadirannya disambut antusias oleh siswa baru yang memulai perjalanan mereka di jenjang sekolah menengah pertama.

Tak hanya menyapa para siswa, Tri juga berbincang dengan sejumlah orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Menurutnya, kehadiran orang tua di hari pertama sekolah menjadi dukungan penting agar anak merasa lebih percaya diri saat memasuki lingkungan belajar yang baru.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan kelonggaran kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengantar anak mereka pada hari pertama sekolah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempererat peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Saat berkeliling sekolah, Tri memastikan seluruh rangkaian MPLS berjalan sesuai konsep ramah anak. Ia menegaskan kegiatan pengenalan sekolah harus bebas dari praktik perundungan, kekerasan, maupun tindakan diskriminatif.

“Hari pertama sekolah adalah momen yang akan selalu diingat oleh setiap anak. Karena itu, kita harus memastikan mereka disambut dengan penuh kehangatan, rasa aman, dan semangat, sehingga tumbuh rasa percaya diri untuk mengikuti proses belajar di sekolah,” ujar Tri Adhianto.

Ia juga mengapresiasi kesiapan SMPN 12 Kota Bekasi dalam menyelenggarakan MPLS Ramah. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi awal pembentukan karakter, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati antarwarga sekolah.

Tri menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga oleh lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah harus terus diperkuat.

Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya menghadirkan sekolah yang ramah, inklusif, dan bebas bullying, sehingga setiap anak dapat belajar dengan nyaman sejak hari pertama.